Kamis, 01 Maret 2012

Riwayat tentang Membaca Al-Qur'an yang sampai pada Kita ada 6

  1. Mutawatir: adapun bacaan Mutawatir yaitu di nukil atau diriwayatkan dari sekelompok orang yang tidak mungkin sepakat berbuat dusta, mulai awal sanad hingga akhir sanad. Inilah yang paling kuat dalam masalah qiro'ah.
  2. Mashur: yang sah sanadnya dan tidak mencapai tingkatan Mutawatir dan riwayatnya itu cocok dengan kaidah Bahasa Arab, cocok rosamnya (tulisan tanpa harokat dan titik) dan bacaan ini terkenal disisi para Qori'. Mereka tidak memandangnya salah, tidak juga memandangnya Syudzuz, maka para ulama' menyatakan bahwa riwayat mashur itu dapat digunakan dalam membaca Al-Qur'an.
  3. Ahad: sah sanadnya, namun menyalahi tulisan/menyalahi kaidah Bahasa Arab/ tidak terkenal. Adapun riwayat Ahad, tidak boleh digunakan membaca Al-Qur'an.Syadz: yang tidak sah sanadnya seperti bacaan "ملك يوم الدين" dengan shigot madzi dan mim-nya di nashobkan.
  4. Maudlu': yang tidak ada sanadnya (palsu).
  5. Mudroj: yang ditambahkan dalam Qiro'ah sebagai penafsiran, seperti riwayat ibnu Abbas:
.... ليس عليكم جناح أن تبتغوا فضلا من ربكم في مواسم الحج
           adapun perkataan "في مواسم الحج" adalah penafsiran yang disisipkan.

     4 macam bacaan yang terakhir (Ahad, Syadz, Maudlu' dan Mudroj) tidak boleh digunakan untuk membaca Al-Qur'an baik didalam maupun diluar sholat.
Reaksi:

0 komentar:

Jangan lupa tinggalkan komentar anda disini dan gunakan kata-kata yang baik dalam berkomentar
dan saya menolak debat kusir
terima kasih

 
Back To Top