Minggu, 03 Februari 2013

Hukum Merayakan Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam




Jika kita menelusuri dalam kitab tarikh, perayaan Maulid Nabi tidak kita temukan pada masa sahabat, tabi;in tabi’ut tabi’in dan empat Imam Madzab (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’I dan Imam Ahad), padahal mereka adalah orang-orang yang sangat cinta dan mengagungkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka adalah orang-orang yang paling paham mengenai sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan paling semangat dalam mengikuti setiap ajaran beliau. Perlu di ketahui pula bahwa menurut pakar sejarah, yang pertama kali merayakan acara Maulid Nabi adalah Dinasti Ubaidiyyun atau kita sering mendengarnya dengan Dinasti  Fatimiyyun (silsilah keturunannya di sandarkan pada Fatimah). Sebagai buktinya adalah penjelasan berikut ini. Al Maqriziy, seorang pakar sejarah mengatakan: “Para Penguasa Dinasti Fatimiyyun memiliki banyak perayaan sepanjang tahun. Ada perayaan tahun baru, hari Asyura, Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Maulid Ali bin Abi Tholib, Mailid Hasan dan Husein, Maulid Fatimah al Zahra, Maulid Penguasa yang sedang bekuasa saat itu, perayaan malam pertama bulan Rajab, perayaan malam pertengahan bulan Rajab, perayaan malam pertama bulan Sya’ban, perayaan malam pertengahan bulan Sya’ban, peayaan malam penutup Ramadhan, perayaan Idul Fitri, perayaan Idul Adha, perayaan Idul Ghodir”
Asy Syaikh Bakhit Al Muti’iy, mufti negri Mesir dalam kitab nya Ahsanul Kalam (hal 44) mengatakan bahwa yang pertama kali mengadakan enam perayaan maulid yaitu Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Maulid Ali bin Abi Tholib, Mailid Hasan dan Husein, Maulid Fatimah al Zahra, Maulid Penguasa yang sedang bekuasa saat itu adalah Al Mu’izh Lidinillah (keturunan Ubaidillah dari dinasti Fatimiyyun) pada tahun 362 H.
Begitu pula Asy Syaikh Ali Mahfudz dalam kitabnya Al Ibda’ fi Madhoril Ibtida’ (hal 84) juga mengatakan bahwa yang mengadakan perayaan Maulid pertama adalah Dinasti Ubaidiyyun (Fatimiyyun). Di nukil dari Al Maulid hal 20.

Siapakah Fatimiyyun Sebenarnya,..??
Kebanyakan orang belum mengetahui siapakah Fatimiyyun atau Ubaidiyyun. Seolah-olah Fatimiyyun ini orang-orang sholeh dan punya i’tiqod baik untuk mengagungkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tetapi senyatanya tidak demikian , banyak ulama menyatakan kesesatan mereka dan berusaha membongkar kesesatan mereka.
Al Qodhi Al Baqillaniy menulis kitab khusus untuk membantah Fatimiyyun yang beliau namakan Kasyful Asor wa Hatkul Astar (Menyikap rahasia dan mengoyak tirai). Dalam kitab tersebut, beliau membuka kedok Fatimiyyun dengan mengatakan, “Mereka adalah suatu kaum yang menampakkan pemahaman Radidhoh (Syi’ah), dan menyembunyikan kekufuran seamta.”
Ahmad bin Abdul Halim Al Haroni Ad Dimasqiy mengatakan; “Tidak di ragukan lagi, jika kita melihat sejarah kerajaan Fatimiyyun, kebanyakan dari raja mereka adalah orang-orang yang dzolim, sering menerjang perkara yang Haram,jauh dari melakukan perakara yang wajib, paling semangat dalam menampakkan bid’ah, menelisihi Al Kitab dan As Sunah, dan menjadi pendukung orang munafik dan ahli bid’ah, perlu di ketahui, para ulama telah sepakat bahwa Daulah Bani Umayyah, Bani Abbas lebih dekat pada ajaran Allah dan Rasul-Nya, lebih ilmu, lebih unggul dalam keimanan daripada Daulah Fatimiyyun”
Beliau rahimatullah juga mengatakan, “Bani Fatimiyyun adalah di antara manusia yang paling fasiq (berbuat maksiat) dan kufur” (Majmu’ Fatawa, 35/127). Bani Fatimiyyun atau Ubaidiyyun menyatakan bahwa mereka juga memiliki nasab sampai Fatimah. Ini hanyalah suatu kedustaan. Tiada satu pun ulama yang menyatakan demikian.
Ahmad bin Abdul Halim juga mengatakan dalam halaman yang sama, “Sudah di ketahui bersama dan tidak bisa di ragukan lagi bahwa siapa yang menganggap mereka di atas keimanan dan ketaqwaan atau menganggap mereka memiliki silsilah keturunan sampai Fatimah, sungguh ini adalah suatu anggapan tanpa dasar ilmu sama sekali, Allah ta’ala berfirman, “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. ” (QS Al-Isra’: 36), begitu juga Allah ta’ala befirman, “Kecuali orang yang bersaksi pada kebenaran sedangkan mereka mengetahuinya.” (QS Az Zukhruf: 86). Allah ta’ala juga berfirman,”Dan kami hanya menyaksikan apa yang kamu ketahui.” Perlu diketahui bahwa tiada satu pun ulama yang menyatakan benarnya silsilah ketuunan mereka sampai kepada Fatimah.” Begitu pula Ibnu khalillkan megatakan, “para Ulama peneliti nasab mengingakri klaim mereka dalam nasab (yang katanya sampai pada Fatimah).” (Wafayatul A’yan, 3/117-118).
Perhatikanlah pula perkataan Al Maqrizy di atas, begitu banyak perayaan yang di lakukan oleh Fatimiyyun dalam setahun, kurang lebih ada 25 perayaan. Bahkan lebih parah lagi mereka juga mengadakan hari raya orang Majusi dan Nasrani yaitu Nauuz (Tahun Baru Persia), hari Al Ghottos, hari Milad (Natal), dan hari Khomisul Adas (perayaan 3 hari sebelum paskah). Ini pertanda bahwa mereka jauh dari islam. Bahkan perayaan-perayaan yng di adakan oleh Fatimiyyun tadi hanyalah untuk menarik banyak masa supaya mengikuti Madzab mereka. Jika kita menengok akidah mereka, maka akan nampak bahwa mereka memiliki aqidah yang rusak dan mereka adalah pelopor dakwah Bathiniyyah yang sesat. (lihat Al Bida’ Al Hawliyah, 146/158)
Abdullah At Tuwaijiriy mengatakan, “Al Qodhi Abu Bakr Al Baqillaniy dalam kitabnya yang menyingkap rahasia dan mengoyak tirai bani Ubaidiyyun, beliau menyebutkan bahwa Bani Fatimiyyun adalah keturunan Majusi. Cara beragama mereka lebih parah dari Yahudi dan Nasrani. Bahkan yang paling ekstrim di antara mereka mengklaim Ali sebagai Tuhan (yang di sembah) atau ada sebagian mereka mengklaim Ali memiliki kenabian. Sungguh bani Fatimiyyun ini lebih kufur dari Yahudi dan Nasrani.”
Al Qodhi Abu Ya’la dalam kitabnya Al Mu’tamad menjelaskan  panjang lebar mengenai kemunafikan dan kekufuran Bani Fatimiyyun. Begitu pula bu Hamid Al Ghozali membantah aqidah mereka dalam kitabnya Fadho-ihul Bathiniyyah (Mengungkap kesalahan aliran Bathiniyah). Inilah sejarah kelam dari Maulid Nabi. Namun, kebanyakan orang tidak mengetahuinya. Akhirnya kita dapat menarik kesimpulan, bahwa:
1.   Maulid Nabi tidak ada asal usulnya sama sekali dari salafush sholeh. Tidak kita temukan pada tiga generasi (para Sahabat, Tabi’in dan Tabi'ut tabi'in) yang merayakannya, bahkan pula para Imam Madzab.
2.   Munculnya maulid Nabi adalah pada masa Daulah Fatimiyyun, dan Daulah tersebut di hancurkan oleh sultan Shalahuddin Al Ayubi.
3.   Fatimiyyun memiliki banyak penyimpangan dalam masalah aqidah sampai aliran ekstrim di antaranya mereka mengakui Ali sebagai Tuhan. Fatimiyyun adalah orang-orang yang gemar berbuat bid’ah, maksiat dan jauh dari ketaatan pda Allah dan Rasul-Nya.
4.   Merayakan Maulid Nabi berarti telah mengikuti Daulah Fatimiyyun, yang mana sebagai pencetus pertama Maulid. Dan ini berarti telah ikut-ikutan dalam tradisi orang yang jauh dari islam, senng berbuat sesuatu yang tidak ada tuntunannya, dan telah menyerupai di antara orang yang paling fasiq dan paling kufur. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang menyerupai suatu kamu maka dia termasuk bagian dari kamu tersebut.” (HR Abu Dawud dan Ahmad)

Tambahan buat refrensi
Reaksi:

36 komentar:

  1. jadilah umat islam yang pintar dan berpandangan ke depan
    janganlah jadi umat islam yg terbelakang
    kita merayakan maulid nabi
    untuk mengenang perjalanan dan perjuangan nabi muhammad dalam membela islam..sambil memperluas dakwah islam
    fatwa seperti ini nantinya akan menghancurkan dan memusnahkan pengetahuan kita tentang nabi muhammad..
    kalo maulid nabi itu sesuatu hal yg positif kenapa tidak ??
    sekali lagi jadilah umat islam yg berwawasan

    BalasHapus
    Balasan
    1. mengenang perjalanan dan perjuangan nabi muhammad tidak harus dengan maulid mas..dengan membaca alquran dan hadits anda akan mengetahui secara lengkap..lakukan amalan yg wajib dan sunnah..insya allah anda tidak akan sanggup untuk melakukannya..melakukan amalan yang tidak disunnahkan apalagi diwajibkan itu seperti orang sombong..sepertinya anda telah melakukan semua yg wajib dan sunnah sehingga merasa kurang dan mencari amalan2 yg lain..

      Hapus
    2. Betul..mengenang perjuangan nabi bisa kapan saja, termasuk melakukan apa yg diperintahkannya dan menjauhi semua larangannya.Sudah jelas bahwa maulid itu bid'ah dan smua bid'ah itu sesat

      Hapus
    3. hmmm,,bidah ada brapa? & tdk smua bidah itu sesat,,,plajarilah kitab pikih 4,,

      Hapus
  2. berwawasan itu boleh, asal jangan keblabasan
    di atas sudah di terangkan dengan sangant jelas, bahwa ajaran itu tidak pernah di lakukan oleh rasul, para sahabat, para tabi'in, para tabi'ut tabi'in dan para imam madzab.
    akan tetapi ajaran itu di lakukan oleh oran2 syi'ah
    sedikit tentang syi'ah, lihat di
    http://brianmuslim.blogspot.com/2012/02/lahirnya-rafidhah.html
    dan
    http://brianmuslim.blogspot.com/2012/02/akidah-rafidhah-tentang-hari-asyura-dan.html
    toh, Nabi Muhammad pernah bersabda: “Barangsiapa yang menciptakan hal baru dalam perkara (ibadah) yang tidak ada dasar hukumnya, maka ia ditolak”. (HR al Bukhari dan Muslim).

    BalasHapus
    Balasan
    1. belajar dr ulama2 yg jelas sanadnya bang brian, jgn dr internet :D

      Hapus
    2. maaf, saya belajar dari seorang guru, bukan dari internet.
      adapun video tersebut, untuk pelengkap artikel di atas

      dan alangkah baik nya, jika anda mengaku seorang muslim, anda tidak perlu berkata dengan sesuatu yang anda tidak ketahui, terlebih berkata yang tidak benar tentang saya.
      terima kasih

      Hapus
  3. sekedar masukan buat saudaraq sesama islam,anda orang jawa juga kan so tahu jika ada pengajian bahasa jawa.
    coba sobat sering lihat Pengajian K.H.Anwar Zahid dapat anda download lewat youtube.
    Menurut saya jika kita merasa umat nabi Muhammad.Saw. Maulid nabi Muhammad sangat perlu untuk diperingati dengan banyak sedekah kepada fakir miskin, memperbanyak baca sholawat dll, memperbanyak membaca sholawat serta merayakan dengan acara maulid nabi atau maulidan yang sudah banyak dilakukan umat Islam dari seluruh penjuru pulau dan kota diIndonesia, karena sebagai rasa penghormatan dan ucapan terimakasih kita atas semua jasa dari Nabi Muhammad.
    Islam tidak akan menyebar luas tanpa Jasa dari Utusan Allah.swt (Nabi Muhammad.saw).
    Selain diatas Nabi Muhammad ketika masih hidup juga memperingati hari kelahirannya dengan cara berpuasa (bahasa pesantrennya Tirakat melakukan puasa), memberi makan anak-anak Yatim dan Fakir miskin (memperbanyak sedekah) dan memperbanyak ibadah sunnah dan doa kepada Allah swt.
    untuk lebih detail mengenai hukum memperingati Maulid Nabi silahkan sobat baca kitab Kifayatul Akhyar, Riyadusholikhin, dan Nashoikhul 'Ibad.
    Tidak bisa dipungkiri beberapa diantara aliran umat Islam yang kurang sependapat mengenai maulid dan cenderung mempunyai argumen sendiri menurut kelompoknya enggan dan bahkan tidak bersedia untuk memperingati Maulid Nabi So itu fine-fine saja sob, yang penting sekarang kita melakukan hal-hal benar nan baik menurut Islam dan tidak menyimpang dari aqidah:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha ga jelas nih orang..bahasanya ga jelas apalagi pemahamannya..baca yg bener mas..

      Hapus
    2. ,maulid sudah jelas bid'ah dan bid'ah itu sesat.
      kalau sudah sesat awalnya sesat juga akhirnya

      Hapus
  4. @salamun: terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar,..
    tapi alangkah baiknya, jika sebelum berkomentar, anda membaca keseluruhan, termasuk melihat video tersebut, apa alasan nya kita melarang acara tersebut.
    karena apa yang anda katakan sudah di jawab,.. :)

    BalasHapus
  5. ok terima kasih kembali.:)
    Afwan akhi Brian sebelum saya mengomentari sebuah artikel saya pastikan untuk membaca dan mereview nya. sangat tidak pantas berkomentar panjang lebar tanpa memahami artikel yang akan dibahas.

    Menanggapi artikel ente mengenai sejarah & pencetus maulid nabi saya sudah baca semua, dan video jg sudah saya donwload & tonton. silahkan sobat baca ulang beberapa kitab kuning yang sudah saya sebutkan dikomentar pertama. itu masih 3 kitab saja, masih bnyak lagi kitab yg sohih menerangkan mengenai maulid Nabi Muhammad. Saw.

    Jika ingin mempelajari beberapa kitab diatas lebih baiknya Akhi Brian baca kitab kuning tersebut menurut kaidah Nahwu Shorof untuk mendalami mahrohijul huruf dalam pengartian dan intonasi bahasa Arab, jangan diterjemahkan tanpa Nahwu shorof.

    Di Indonesia sudah lama sekali ada tradisi maulid nabi muhammad saw. dan dalam peringatan tersebut pemerintah juga sudah memberi hari libur sebagai rasa hormat&terimakasih atas jasa" Nabi Muhammad.saw yg telah menyebarkan islam sampai dibawa para wali songo dan syeikh.

    Artikel sobat yg mengatakan (Bid'ah mengenai maulid nabi) saya rasa tidak pantas mengatakan bid'ah tidak pada tempatnya sangatlah tidak bijak sana sobat (dholim). contoh kecil: Imam syafii saja tidak Menjustifikasi Bid'ah ketika menyampaikan hadistnya tentang orang yg sudah mati tidak bisa menerima amal dari keluarga yang telah mendoakannya ( yang tawasul, dzikir dan sholawatnya diringkas jadi 1 menjadi nama:Tahlilan ).

    Lain kali jika saya ada waktu senggang insyaAllah akan saya buatkan artikel mengenai tahlilan dan Peringatan Maulid nabi Muhammad saw

    sekarang tidak perlu jauh-jauh membahas maulid nabi, bicara yg ringan mengenai tahlilan saja akhi insyaAllah ente akan lebih terinspirasi dalam memaknai Indahnya Islam.

    oia akhi
    +Brian al huda perlu download & Nonton video ini untuk menambah Referensi kecil wawasan dalam Islam.

    monggo sampean download sedulurq se Islam:
    http://www.youtube.com/watch?v=eHQB_7ET2aM
    http://www.youtube.com/watch?v=Lfcl2_W_3rM

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduh makin keliatan bodohnya..pegangan kita itu 2 mas alquran dan hadits bukan kitab kuning..rasulullah telah bersabda barang siapa yang berpegang teguh pada keduanya maka dia tidak akan pernah tersesat..makanya ente tersesat pegangannya kitab kuning sih..kalau makan ga apa2 pake nasi kuning murah meriah..hehehehe..belajar dari sumber yg benar mas..kayak ente udh hapal alquran dan hadits aja pake ditambah sama kitab2 yg lain..

      Hapus
    2. Kitab dia Kitab Kuning..

      Hapus
  6. Ihwan....alhamdulillah pengetahuan saya bertambah jazakalloh...tapi maap,yang saya belum mengerti mengapa umat islam mengenai soal memperingati hari hari perayaan kok hampir sama dengan perayaan umat agama lain,contoh Nasrani ada Natal/Maulid,kenaikan Isa Almasih/Isro mi"ra,tahun baru, dan masih banyak yang lainnya....mohon ihwan menerangkan pada saya supaya tidak ragu ragu...

    BalasHapus
  7. @Hadzy Sudrajat: mereka yg melakukan perayaan tersebut mengatakan cinta rasul, tetapi hal itu tidak pernah di lakukan oleh rasul, bahkan para sahabat, jadi nya salah kaprah
    maka teguhkan lah hati mu kepada al qur'an dan hadis, karena ibadah yang tidak ada dasar nya, itu tertolak, bahkan bisa dosa karena membuat hal baru dalam perkara ibadah

    BalasHapus
  8. Brian al huda....syukron...jadi pada dasarnya memang tidak ada perayaan seperti itu.....dan memang tidak sunah dan tidak wajib,jadi percuma saja yah kalau mengadakan perayaan seperti itu....tapi kalau diambil hikmahnya bagaimana.?

    BalasHapus
  9. maksud nya di ambil hikmah nya apa,..?

    kalau yang akhi maksud, hikmah yang terdapat dalam acara tesebut, kalau ini saya akan jawab
    kenapa harus Mengkhusus kan hari tersebut, bukan kan rasul dan para sahabat jika mencari ilmu (hikmah)tidak mengkhususkan hari,..

    BalasHapus
  10. Kalau merayakan maulid hanya mengingatkan saja tentang kerasulan Muhammad kayanya ga apa apa kan...? apa bedanya dengan Al Barjanji..

    BalasHapus
  11. gini akhi,
    jika alasan merayakan maulid, karena hal itu,..
    kenapa harus mengkhusus kan hari itu?
    apakah hari2 biasa kita tidak bisa mengingat rasul?
    apakah ada keutamaan jika melakukannya pada hari tersebut?

    BalasHapus
  12. yaudeh dulu zaman Rasul klo azan tu Bilal bin Rabah R.A naik keatas menara baru azan, zaman sekarang kan pke speker berarti bid'ah dong :D
    zaman Rasul kalau ingin melihat waktu masuknya sholat itu liat bayangan matahari, zaman sekarang pke jam berarti bid'ah lagi :D

    pertanyaan'a klo nte atau keluarga nte sholat pke azan yg naik menara atau speker dan klo liat waktu sholat pake jam apa liat bayangan matahari :)
    ga usah di jawab ane udah tau nte jga pelaku bid'ah :D makan tuh omongan nte sendiri...

    BalasHapus
    Balasan
    1. pertanyaan anda sudah saya jawab pada blog ini
      silahkan di buka ^_^
      http://brianmuslim.blogspot.com/2013/05/definisi-bidah.html

      Hapus
  13. Balasan
    1. rasul pada waktu itu puasa pada hari lahirnya bukan karena untuk memperingati hari lahirnya
      tapi karena hari lahirnya bertepatan dengan puasa senin kamis, sehingga rasul tidak mengkhususkan puasa pada hari lahirnya
      ^_^

      Hapus
    2. Jadi ingat riwayat salah seorang paman nabi yang mendapat berita kelahiran beliau dari seorang budaknya, lalu di merdeka kan budaknya tersebut lantaran girangnya dengan kelahiran beliau.... dalam riwayat lain paman nabi yang sudah wafat tersebut di mimpikan mendapat keringanan hukuman dengan mendapatkan air yang keluar dari jemarinya, saat di tanya lantaran pernah girang mendengar kelahiran nabi.... itu baru sekali, bagaimana dengan umatnya yang berkali kali memperingatinya?

      bid'ah ya...?
      ~ Sholat tarawih sebulan penuh, inisiatif sahabat
      ~ Adzan jum'at dua kali, inisiatif sahabat
      ~ pembukuan al-quran, inisiatif sahabat...

      Berani membid'ah kan sahabat yang sudah di jamin surga?

      Hapus
    3. paman Nabi yang siapa?
      riwayat yang mengatakan bahwa paman Nabi ini mendapatkan keringanan hukuman, riwayat ini dari siapa?

      bid'ah ya...?
      ~ Sholat tarawih sebulan penuh, inisiatif sahabat?

      ini sudah di jelaskan dalam artikel lain
      http://brianmuslim.blogspot.com/2013/05/definisi-bidah.html

      ~ pembukuan al-quran, inisiatif sahabat

      pembukuan al-Qur'an itu bukan bid'ah syari'at (agama)
      tapi bid'ah duniawi (seperti internet, komputer dll)
      adapun acara di atas itu bid'ah syari'at

      ~ Adzan jum'at dua kali, inisiatif sahabat

      ini termasuk ijma' sahabat dan boleh di lakukan, adapun pelaksanaan nya
      adzan pertama di PASAR (BUKAN di MASJID)
      adzan kedua di Masjid

      lagi pula para sahabat pun sudah mendapatkan legalitas dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
      adapun acara di atas itu tidak pernah di legal kan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
      malahan yang PERTAMA KALI melakukan nya, adalah orang-orang SYI'AH

      Hapus
    4. Apapun ijma' (kesepakatan) yang dilakukan oleh para SAHABAT berkenaan masalah agama bukan termasuk bid'ah...

      Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah berpesan...

      “...Maka, hendaklah kalian berpegang teguh pada sunnahku dan SUNNAH PARA KHULAFAUR RASYIDIN yang mendapat petunjuk sesudahku. Gigit (pegang erat) sunnah tersebut dengan gigi geraham. Tinggalkanlah hal-hal yang baru, karena setiap bid’ah adalah sesat” [HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Majah]

      Ibnu Rajab menjelaskan :

      “Perintah Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam untuk mengikuti sunnah beliau dan sunnah para al-khulafaur-rasyidin setelah mendengar dan taat kepada pemimpin merupakan bukti bahwa sunnah al-khulafaur-rasyidin harus diikuti sebagaimana halnya mengikuti sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam. INI TIDAK BERLAKU BAGI SUNNAH PARA PEMIMPIN SELAIN AL-KHULAFAUR-RASYIDIN.”

      Hapus
  14. @Brian al Huda
    Mengenai hadits mursal diringankannya siksa paman Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, yaitu Abu Lahab terdapat bantahannya di sini...
    http://al-atsariyyah.com/antara-abu-lahab-dengan-perayaan-maulid.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. @aerialsky: syukron, atas tambahan ilmu nya ^_^

      Hapus
  15. aduhc jan. . . . pd ribut ngapa c? dikit-dikit bidngah. bidngah ki apa jane? muludan bidngah, rejeban bidngah. bidngah ki naik motor, naik mobil. pgn islami yaw numpak unta. lha nek upacara peringatan hari pahlawan bidngah gak? pdhal tujuane sama-sama "MEMPERINGATI" untuk meneladani'y.

    BalasHapus
  16. dalil2 merayakan maulid

    lbm.mudimesra.com/2012/03/dalil-merayakan-maulid.html

    BalasHapus
  17. Semoga kita senantiasa di lindungi oleh Allah SWT dari jaring" syetan yg sangat halus, dlm islam tdk ada Bid'ah hasanah, smua Bid'ah syar'I (ibadah) itu dholalah (sesat).
    Ibnu Mas’ûd radhiyallâhu ‘anhu berkata,
    اقْتِصَادٌ فِي سَنَةٍ خَيْرٌ مِنِ اجْتِهَادٍ فِي بِدْعَةٍ
    “Hemat dalam suatu sunnah adalah lebih baik dari bersungguh-sungguh dalam suatu bid’ah.” [Diriwayatkan oleh Ath-Thabarâny]

    BalasHapus
  18. Hadeeeh, menbaca riwayat kelahiran Nabi dibilang sesat. Tp klo gw pikir-pikir lebih sesat membaca artikel ini deh. Artikel yg menanamkan kebencian pada Rasul, isinya pun saling menghujat satu sama lain.

    BalasHapus
  19. 8+2=10
    5+5=10
    3+7=10
    Hasilnya sama, namun beda cara aja. Itulah islam perbedaan itu rahmat. So sesama islam jgn saling sesat mensesatkan.

    BalasHapus
  20. Perayaan Maulid Nabi Saw. berdasar Hadiist

    http://shufi-indonesia.blogspot.com/2014/12/mana-dalilnya-perayaan-maulid-nabi-saw.html

    BalasHapus
  21. perayaan Maulid Nabi Saw. adalah perbuatan terpuji.

    hanya saja, jika isinya banyak melanggar batas syari'at maka tidak dibenarkan.

    BalasHapus

Jangan lupa tinggalkan komentar anda disini dan gunakan kata-kata yang baik dalam berkomentar
dan saya menolak debat kusir
terima kasih

 
Back To Top