Jumat, 08 Maret 2013

Kisah Seorang Anak yang Mengeraskan Suaranya di Masjid




Seorang imam masjid mengisahkan.
Ada seorang anak kecil yang umurnya belum mencpai 10 tahun. Dia selalu menjalankan shalat berjamaah di masjid, dan selalunya berusaha menempati shaf paling depan. Anak itu biasa mengeraskan suara saat shalat, terutama tatkala saya selesai membaca al-fatihah, si anak membaca “aamiin” dengan suara sangat keras.
Suatu kali, saya ingin menasehati anak ini agar merubah kebiasaannya. Akan tetapi setiap kali saya selesai shalat dan berdzikir anak itu telah pergi, saya tidak sempat berbicara dengannya.
Hingga suatu kali, setelah selesai shalat saya langsung memegang tangan anak itu sebelum ia pergi. Lalu saya bertanya: “Nak, mengapa kamu sering berteriak keras sewaktu shalat?”
Anak itu menjawab: Rumah saya dekat dengan masjid, tapi ayah tidak pernah ke masjid sama sekali. Saya mengeraskan suara agar ayah mendengar suaraku melalui loudspeaker masjid. Dengan begitu ayah tahu bahwa saya shalat di masjid. Saya berharap ayah segera menyusul ke masjid setelah mendengar suara saya.
Imam tersebut melanjutkan ceritanya: “Betapa merinding bulu kudukku ketika mendengar jawaban anak ini. Maka saya bersepakat dengan sebagian jamaah untuk mengunjungi ayah dari anak tersebut untuk memberikan nasehat dan menceritakan apa yang dilakukan anaknya di masjid.
Hingga akhirnya sang ayah bisa tertib menjalankan shalat jamaah di masjid, Allahu akbar walillahilhamd,..
Reaksi:

5 komentar:

  1. subhanallah... bener-bener anak yg luar biasa.

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. silahkan :)

      jangan panggil ana ust, panggil saja akhi :)

      Hapus
  3. Salammu'alaikum mas..salam kenal dan berkunjung perdana..anak kecil memang seperti bejana berisi air yang bening, sering dengan kepolosanya membuat malu sang dewasa....termasuk saya.....

    semoga berkenan dan salam damai selalu

    BalasHapus

Jangan lupa tinggalkan komentar anda disini dan gunakan kata-kata yang baik dalam berkomentar
dan saya menolak debat kusir
terima kasih

 
Back To Top