Jumat, 31 Mei 2013

Melumpuhkan Orang yang Memiliki Ilmu Kekebalan


Ada sebuah riwayat mengenai ilmu kebal yang dimiliki al-­Harits ad-Dimasyqi yang muncul di Syam pada masa pemerintahan ‘Abdul Malik bin Marwan, lalu mengaku dirinya sebagai nabi. Setan-setan telah me­lepaskan rantai-rantai yang melilit di kedua kaki­nya, membuat tubuhnya menjadi kebal terhadap senjata tajam, menjadikan batu marmer bertasbih saat disentuh tangannya, dan ia melihat sekelompok orang berjalan kaki dan menunggang kuda terbang di udara seraya berkata ia adalah malaikat padahal jin.
Ketika kaum muslimin telah berhasil menang­kap al-Harits ad-Dimasygi untuk dibunuh, sese­orang menikamkan tombak ke tubuhnya, namun tidak mempan (punya ilmu kebal). Maka ‘Abdul Malik bin Marwan berkata kepada orang yang menikamnya itu: “Itu adalah karena engkau tidak menyebut Nama Alloh Ta’ala ketika menikamnya.” Maka ia pun mencoba lagi menikamnya dengan terlebih dahulu membaca bismillah dan ternyata tewaslah ia seketika.
Mengalahkan orang punya ilmu kebal cukup dengan menyebut nama Allah, sebab hakikatnya tipu saya setan itu lemah, Alloh berfirman: "Sesungguhnya tipu daya setan adalah lemah" (an nisa' : 76)
Allah tidak pernah memberikan ilmu kebal kepada para Nabi, sejak Nabi Adam Alaihissalam hingga Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan para Nabi sendiri tidak pernah belajar ilmu kebal, tidak pula mengajarkan ilmu sejenis itu kepada ummatnya.
Sebagai contoh, pada Perang Uhud gigi Nabi Muhamad shallallahu 'alaihi wa sallam patah, bahkan beliau menderita luka-luka ketika masuk ke dalam sumur perangkap yang disediakan musuh. Nabi Yahya Alahissalam kepalanya dipenggal dan dijadikan mahar (maskawin) oleh raja kafir yang dzalim.
Sayyidina Hamzah ditombak oleh Wahsi seorang hamba sahaya milik Hindun, kemudian oleh Hindun jantung sayyidina Hamzah dicabik-cabik dengan penuh dendam. Sayyidina Umar ketika sedang shalat terbunuh dengan khonjir (semacam pisau belati) oleh Abu Lu’ Lu’ seorang majusi yang pura-pura masuk Islam.
Sayyidina Utsman bin Affan terbunuh oleh demonstran yang terhasut provokasi Abdullah bin Saba’ seorang Yahudi yang pura-pura masuk Islam. Padahal ketika itu sayyidina Utsman bin Affan sedang menjalankan ibadah shaum. Sayyidina Ali ditusuk oleh Abdurahman bin Muljan seorang khawarij.
Contoh-contoh di atas menunjukkan bahwa Allah tidak memberikan ilmu kebal kepada para Nabi sekalipun. Kalau kepada para Nabi saja tidak, apalagi kepada orang biasa.
Di Indonesia ini yang merupakan negeri yang subur akan syirik dan khurafat, ada banyak praktisi yang menawarkan ilmu kebal ini. Adapun tatacara atau metode untuk mendapatkannya bisa bermacam-macam tergantung dari praktisi tersebut.
Sebutlah Kiai Salik, seorang guru kekebalan. Hanya dengan komat-kamit membaca mantra, Salik dikabarkan mampu menyetrum manusia dengan kesaktian. Hasilnya, dalam sekejap, seseorang jadi superman. Pedang setajam apa juga tak akan mampu merobek kulit. Pelor pun hanya mampu menyentuh dan lantas mental jatuh ke tanah. Sedang panas api membara tak berdaya menghanguskan mereka yang sudah ditulari ilmu. Syarat-syaratnya pun ditanggung ringan. Cukup datang dan berminat.
Salik buka praktek seperti dokter, pasiennya mengalir setiap hari. Bisnis “mengisi” agar orang jadi kebal itu telah mengangkat hidup Salik. Kini ia tak perlu lagi bertani dan berdagang untuk mengasapi dapurnya. Biasanya, sebelum mantra sakti dibisikkan, pasien yang datang kepada Salik terlebih dahulu melewati serangkaian upacara sederhana. Para langganan harus duduk di atas golok yang diletakkan di atas sajadah. Tapi sebelum itu tidak boleh lupa meletakkan duit di dekat golok. Besarnya lebih dari Rp 10 ribu. “Duit itu memang bagian dari upacara pengisian kekebalan,” kata Salik. Sebelum dikerudungi kain putih, “calon orang kebal” harus minum sebagian dari segelas air putih yang ditaburi sejumput ketan hitam. Sisanya dibasuhkan ke sekujur tubuh. Sembari memegang kepala pasien, Kiai Salik baru membacakan mantra saktinya. Maka, selesai rangkaian prosesi itu.
Di Desa Loram Kulon, Jati, Kudus, Jawa Tengah, ada Sunarwi juga pasang tawaran ilmu. Namun, menularkan kiat kekebalan Sunarwi lebih berat dibanding Salik. Muridnya untuk mendapatkan kekebalan diwajibkan mengadakan kenduri opor ayam dan nasi putih. Ayamnya jago putih mulus, berasnya empat kilogram. Bila jatuh tepat 1 Syuro, murid-murid Sunarwi wajib mandi di sungai sebatas dada, tepat pada jam 24.00. Mereka juga kudu menyelam sebanyak 49 kali. Entahlah, apa makna angka-angka itu. Yang jelas, setiap malam Jumat, murid Sunarwi harus keluar rumah, tepat jam 24.00. Menghadap ke arah timur, untuk bersemadi meminta ampun kepada Allah. Barulah Sunarwi memberi jimat yang berbau kearab-araban (rajah).
Ada juga Ormas , yang mewajibkan pengikutnya untuk Puasa 40 hari untuk mendapatkan ilmu kebal sejata dan petasan. Secara sekilas, nampaknya ritual yang dilakukan adalah ritual yang syar’i, yakni berpuasa. Tapi betulkah seperti itu? Ternyata tidak. Cobalah periksa lebih lanjut, maka akan timbul beberapa pertanyaan berkenaan ritual yang dilakukan untuk mendapatkan ilmu kebal ini, yakni:
Adakah puasa yang lebih banyak dilakukan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam yang diajarkan oleh beliau kepada umatnya melebihi banyaknya puasa di bulan Ramadhan, yakni selama 29 atau 30 hari (satu bulan penuh)? Setelah kita menilik hadits-hadits Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam, tidak kita jumpai beliau berpuasa lebih banyak dari bilangan di bulan Ramadhan. Akan tetapi coba perhatikan bilangan puasa yang ditentukan oleh manusia-manusia sakti ini! Untuk mendapatkan ilmu kebal, mereka diwajibkan berpuasa selama 40 hari!
Allaahulmusta’an.
Kemudian, hal lain yang perlu kita cermati adalah para manusia sakti tersebut diwajibkan berpuasa selama 30-40 hari untuk memperoleh kesaktian berupa ilmu kebal ini. Apakah mereka memiliki Tuhan selain Allah ta’ala yang mewajibkan puasa untuk mendapatkan ilmu kebal? Atau apakah mereka memiliki Nabi dan Rasul yang lain selain Rasulullah Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam yang mensyari’atkan puasa untuk memperoleh ilmu kebal? Jika mereka jawab tidak, lalu siapa yang mewajibkan dan mensyari’atkan mereka untuk berpuasa selama 40 hari untuk memperoleh ilmu kebal?
Puasa yang diwajibkan oleh Allah dan Rasul-Nya shallallaahu ‘alaihi wasallam hanya ada tiga, yakni puasa wajib di bulan Ramadhan, puasa nadzar dan puasa qadha` untuk membayar hutang puasa. Selain dari tiga puasa itu tidaklah wajib hukumnya. Maka, dari mana mereka bisa mewajibkan sesuatu yang tidak diwajibkan oleh Allah dan Rasul-Nya?
Allah ta’ala memperingatkan kita agar tidak mengikuti selain apa yang Dia turunkan. Allah ta’ala berfirman:
“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti selain itu.” (QS. Al-A’raf: 3)
Allah ta’ala memerintahkan kepada kita untuk mengikuti apa yang datang dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Allah ta’ala berfirman:
“Apa yang diberikan Rasul kepada kalian, maka terimalah. Danapa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr: 7)
Sebanarnya Agama Syi'ah bathiniyah pertama kali yang membuat semua Ayat Al Qur'an dapat dijadikan jimat, ada juga beberapa ayat Al Qur'an Surat Yusuf, dibaca khusus untuk Pengasihan memikat lawan jenis, ajaran mereka ada juga tenaga dalam dengan menghentakkan tangan kanan ke depan sebagai tanda memukul, maka lawan yang berada di depan kami terhempas ke belakang tanpa harus menyentuh lawan tersebut hanya dengan melafadzkan ayat-ayat mu’awidzatain (Al-Falaq dan An-Naas) sambil menahan nafas.
Saya tidak ragu lagi bahwa kekuatan-kekuatan tersebut didapatkan dengan melibatkan bantuan jin. Meskipun mendapatkan kekuatan itu dengan mengamalkan amalan-amalan yang diklaim sebagai amalan yang Islami. Akan tetapi setelah kita telisik lebih jauh, ternyata amalan-amalan tersebut tidak diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Sementara, kita dilarang meminta tolong kepada jin untuk mendatangkan manfaat atau menolak mudharat. Allah ta’ala berfirman:
“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, Maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (QS. Al-Jin: 6)
Satu-satunya Nabi dan Rasul yang diberikan mukjizat yang diberikan wewenang dan kekuasaan untuk memanfaatkan kekuatan jin hanyalah Nabi Sulaiman ‘alaihissalaam. Hanya beliaulah satu-satunya manusia yang diberikan wewenang itu. Setelah beliau, para nabi yang lain tidak diberikan wewenang itu. Para Nabi itu diperintahkan untuk berjuang dengan segala resiko fisik, bahkan resiko kematian.
Dengan demikian, kita tahu bahwa ilmu kebal bukanlah ajaran Islam. Ilmu kebal yang didapatkan dengan melakukan berbagai ritual tidak lain dengan melibatkan bantuan jin yang mana meminta bantuan jin dalam hal seperti ini hukumnya haram.

Wallaahu a’lam bish-shawaab.


Saya kutib dari catatan: Ust Perdana Akhmad
Reaksi:

17 komentar:

  1. Wah, maenarik ..

    visit back : http://bauk0077.blogspot.com (Tempatnya Download Games PC).

    Thanks gan ..

    BalasHapus
  2. Menarik sekail pembahasannya. . .

    BalasHapus
  3. Berarti kesenian banten ( debus ) termasuk dong?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, ilmu debus kan juga menggunakan jin ^_^

      Hapus
    2. apakah ilmu dabus itu menggunakan setan juga ????

      Hapus
    3. setan itu adalah sifat tercela yang dimiliki oleh manusia dan jin.

      jadi jika ia melakukan maksiat kepada Allah, maka ia di sebut setan.

      selengkapnya bisa dibaca di sini
      http://www.konsultasisyariah.com/perbedaan-jin-setan-dan-iblis/

      wallahu a'lam

      Hapus
  4. apakah ilmu kebal yang dimaksud disini sama dengan tenaga dalam ?

    BalasHapus
  5. Brartu orang sakti malah lebih mudah dibunuh? Klo gitu berburu begal harus baca bismilah biar tembus kulitnya

    BalasHapus
  6. berantaslah perguruan tenaga dalam yg mempunyai unsur kesesatan

    BalasHapus
  7. menjual buku-buku metafisika,dll:
    Link:
    http://yourmetafisika.blogspot.co.id/

    BalasHapus
  8. Oh iya teman gw puasa sering lalu beberapa bulan dia melihat ghaib sering kesurupan....terus dia buka usaha tapi tidak membuahkan hasil (alias tidak sukses) sebelum itu suami istri disuruh mandi kembang....apakah perbuatan itu musyrik?? Sholat 5 waktu selalu ...apakah itu berdosa..mohon pencerahannya sy Sempat ditawarin mandi kembang? Tapi sy tidak mau..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon balasan ...081380434243 WA berarti punya sebidang ilmu kebal atau pengasihan a tau sejenis tidak dianjurkan yaaa? Lalu apakah masuk neraka?

      Hapus
    2. Mohon balasan ...081380434243 WA berarti punya sebidang ilmu kebal atau pengasihan a tau sejenis tidak dianjurkan yaaa? Lalu apakah masuk neraka?

      Hapus
    3. Ooh iya satu lagi bagaimana waktu kejadian perang Ambon yg punya ilmu kebal turun tangan dari penjuru Banten dan Surabaya apa itu termasuk musik dan berdosa...

      Hapus
    4. pertama, tentang mandi kembang, biasanya masyarakat kita jika menemui kesulitan / kesialan datang ke dukun atau yang sekarang berubah menjadi kyai dukun karena memakai gambis dan sebagainya, dan biasanya mereka menyuruh hal hal yang secara akal sehat pun bertentangan belum lagi dalam masalah hukum di dalam syariat yang tidak pernah di ajarkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasalam, salah satunya mandi kembang itu.

      kedua, ilmu kebal, pesugihan adalah haram dan termasuk syirik besar

      ketiga, apapun alasannya, pelaku kebal tetap berdosa karena melakukan syirik

      Hapus

Jangan lupa tinggalkan komentar anda disini dan gunakan kata-kata yang baik dalam berkomentar
dan saya menolak debat kusir
terima kasih

 
Back To Top