Selasa, 28 Februari 2012

12 Barisan pada Hari Kiamat

Dari Mu’adz bin Jabbal ra menghadap Rasulullah shalallahu alahi wasalam, dan bertanya: “Wahai Rasulullah, tolong jelaskan kepadaku mengenai firman Allah SWT dalam Surah An-Naba’, ayat 18: “pada saat sangkakala ditiup maka kamu sekalian datang berbaris-baris”,”. Mendengar pertanyaan itu, Rasulullah shalallahu alahi wasalam menangis sehingga pakaiannya basah dengan air mata. Lalu beliau menjawab: “Wahai Mu’adz, engkau telah bertanya kepadaku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris”. Maka,  beliau menjelaskan tentang adanya 12 baris umatnya yang digiring dari kubur mereka.

Baris Pertama, mereka digiring dengan tidak bertangan dan tidak berkaki. Mereka adalah orang- orang yang semasa hidupnya menyakiti hati tetangganya.

Baris Kedua, digiring dengan berbentuk babi hutan. Mereka adalah orang yang semasa hidupnya meringankan sholat.

Baris Ketiga, digiring dengan berbentuk keledai, sedang perut mereka penuh dengan ular dan kalajengking. Mereka adalah orang- orang yang enggan membayar zakat.

Baris Keempat, digiring dengan keadaan darah seperti air mancur keluar dari mulut mereka. Mereka adalah orang yang berdusta dalam jual-beli.

Baris Kelima, digiring dengan keadaan bau busuk yang sangat menyengat bagaikan bangkai. Mereka adalah orang yang menyembunyikan perbuatan durhaka karena takut diketahui manusia, tetapi tidak merasa takut kepada AllahSWT.

Baris Keenam, digiring dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. Mereka adalah orang- orang yang menjadi saksi palsu.

Baris Ketujuh, digiring dengan tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. Mereka adalah orang yang enggan memberikan kesaksian di atas kebenaran.

Baris Kedelapan, digiring dalam keadaan terbalik kepala ke bawah dan kaki ke atas. Mereka adalah orang yang berbuat zina

Baris Kesembilan, digiring dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. Mereka adalah orang yang memakan harta anak yatim dengan cara tidak baik.

Baris Kesepuluh, digiring dengan keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. Mereka adalah orang yang durhaka kepada orangtuanya.

Baris Kesebelas, digiring dengan keadaan buta mata kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur sampai ke perut dan keluar beraneka kotoran. Mereka adalah orang yang meminum arak/alkohol.
Dari baris pertama sampai baris kesebelas serta tempat mereka kembali adalah neraka

Baris Keduabelas, digiring dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melewati Titian Sirath seperti kilat. Mereka adalah orang yang beramal shaleh dan banyak berbuat kebaikan, serta menjauhi perbuatan yang dilarang (durhaka). Mereka memelihara sholat 5 waktu. Ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertobat, maka itulah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat ampunan (magfiroh), kasih sayang (rahmat), dan keridhaan Allah Yang Maha Pengasih.
Catatan:
Asal dari riwayat ini adalah yang di keluarkan oleh Ats Tsalabiy dalam Al-Kasyfu wal Bayaan dari jalan Muhammad bin Zuhair dari Muhammad bin Muhtadi dari Hanzhalah As Sadusi dari ayahnya dari Al Barra bin Azib...
dan Hanzhalah As Sadusi adalah lemah sebagaimanya yang dikatakan oleh Al Hafidz Ibnu Hajar...
(di jawab oleh Ustadz Abu Asma Andre)

Sebagaimana yang kita ketahui, hadis dho'if tidak dapat di jadikan pedoman (hujjah) maka riwayat di atas harus di tinggalkan.
Reaksi:

2 komentar:

Jangan lupa tinggalkan komentar anda disini dan gunakan kata-kata yang baik dalam berkomentar
dan saya menolak debat kusir
terima kasih

 
Back To Top