Senin, 22 Desember 2014

Hari Ibu


Seandainya hari ibu itu baik, niscaya para orang-orang shalih terdahulu (dari para nabi, shahabat, dan imam-imam / ulama-ulama yang mengikuti mereka) sudah berlomba-lomba membuat hari ibu. Tapi rupanya tidak pernah ditemukan sepanjang sejarah Islam selama berabad-abad lamanya, baik di dalam manuskrip-manuskrip dan kitab-kitab sejarah, sedikitpun, atau sebarispun, kalau ada dari mereka (orang-rang shalih) tersebut yang membuat atau merayakan hari ibu.
Hal itu menunjukkan bahwa hari ibu bukan perkara yang baik di mata mereka (orang-orang shalih), padahal mereka adalah selalu mendahului kita dalam kebaikan, dan kita tidak akan mampu mendahului mereka dalam kebaikan.
Bukan berarti mereka tidak memuliakan dan tidak menghormati ibu-ibu mereka, justru seluruh tauladan-tauladan dan cerita yang ada dalam sejarah yang menjelaskan dan mencontohkan birrul walidain (bakti kepada orang tua) ada semuanya pada mereka, dan kita dibanding mereka ibarat setetes air diatas samudera.
Adapun sejarah hari ibu yang terjadi saat ini berawal dari perayaannya orang-orang kuffar (non muslim), harap digaris bawahi: bukan dari Islam!.
Justru sebagian sejarah menceritakan bahwa hari ibu diambil dari perayaan-perayaan orang-orang kuffar untuk berhala-berhala mereka. Kemudian perayaan-perayaan tersebut diadopsi oleh banyak negeri-negeri kafir untuk diberlakukan di negerinya.
Kita sebagai seorang muslim yang beriman, siapakah yang harus kita pilih untuk diikuti? Hanya ada 2 opsi...
Memilih mengikuti mereka (orang-orang shalih terdahulu), atau mengikuti adat kebiasaan orang-orang kuffar terdahulu? Yang mereka kurang memuliakan, menghormati, memperhatikan ibunya sendiri, hingga mereka membuat hari ibu setahun sekali sebagai bentuk perhatian dan balasan mereka kepada ibunya. Sungguh tidak adil...

Penulis : akhi Abu Fahd NegaraTauhid
Baca juga tulisan yang terkait : Asal Usul Hari Ibu
Reaksi:

0 komentar:

Jangan lupa tinggalkan komentar anda disini dan gunakan kata-kata yang baik dalam berkomentar
dan saya menolak debat kusir
terima kasih

 
Back To Top