Minggu, 27 Juli 2014

Asal Muasal kalimat ‘Minal 'Aidzin Wal Faizin’


Frasa yang akan banyak diucapkan orang di hari berbuka (baca: ‘iedul fitri) adalah “Minal Aidin Wal Faizin”.
Seringkali frasa berbahasa Arab ini diikuti dengan frasa berbahasa Indonesia : maaf lahir dan batin. Orang mengucapkan dua frasa ini biasanya sambil menyorongkan tangan untuk bersalaman.
SMS pun akan banyak mengutip frasa ini. Bahkan iklan di media cetak dan televisi juga menampilkan rangkaian kata ini. Seringkali pula tulisan berhuruf latin ini dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai kaligrafi huruf Arab.
Tapi, tahukah kita bahwa frasa “Minal Aidin Wal Faizin” itu Tidak Dikenal dalam budaya Arab (terlebih lagi dalam islam)?
Dalam buku berjudul “Bahasa !” terbitan TEMPO. Di halaman 177 buku ini, Qaris Tajudin mengungkapkan bahwa memang frasa Minal Aidin Wal Faizin “berasal dari bahasa Arab, bahasa yang banyak menyumbang istilah keagamaan di Indonesia, baik agama Islam maupun Kristen.” Qaris mengatakan bahwa selain tidak dikenal dalam budaya Arab, frasa Minal Aidin Wal Faizin juga hanya dapat dimengerti oleh orang Indonesia. Frasa ini bisa ditemui dalam kamus bahasa Indonesia, tapi tidak ditemukan dalam kamus bahasa Arab, kecuali dalam lema kata per kata.
Lalu, apa arti Minal Aidin Wal Faizin ?
Terjemahan frasa ini adalah : dari orang yang kembali dan orang-orang yang menang. Mungkin maksud lengkapnya adalah: ”Semoga Anda termasuk orang-orang yang kembali (ke jalan Tuhan) dan termasuk orang yang menang (melawan hawa nafsu).”
Ternyata, adalah suatu kesalahan besar jika kita mengartikan Minal Aidin Wal Faizin dengan “Mohon Maaf Lahir Dan Bathin”.
Hmmmm...
Sekarang mari kita garis bawahi “Mohon Maaf Lahir dan Bathin” ini. Seolah-olah saat Idhul Fithri hanya khusus dengan ucapan semacam itu. Sungguh sebuah salah kaprah, karena Idhul Fithri bukanlah waktu khusus untuk saling maaf memaafkan. Memaafkan bisa kapan saja tidak terpaku dihari Idhul Fitri. Demikian Rasul mengajarkan kita. 
Tidak ada satu ayat Qur'an ataupun suatu Hadist yang menunjukan adanya pengucapan “Mohon Maaf Lahir dan Batin” disaat-saat Idhul Fitri.
Balik lagi ke "Minal 'Aidin Wal Faizin". Arti dari ucapan tersebut adalah :
“Dari orang yang kembali dan meraih kemenangan”
Kita Mau Kembali Kemana ? Apa pada ketaatan atau kemaksiatan ?
Meraih kemenangan ? Kemenangan apa ? Apakah kita menang melawan bulan Ramadhan sehingga kita bisa kembali berbuat keburukan ?
Satu hal lagi yang mesti dipahami, setiap kali ada yang mengucapkan: “Minal ‘Aidin wal Faizin” lantas diikuti dengan kalimat “Mohon Maaf Lahir dan Batin”. 
Karena mungkin kita mengira artinya adalah kalimat selanjutnya.
Ini sungguh KELIRU LUAR BIASA.
Coba saja sampaikan kalimat itu pada saudara-saudara seiman kita di Pakistan, Turki, Saudi Arabia atau negara-negara lain (selain nusantara)....PASTI PADA BINGUNG!. 
Ucapan yang lebih baik dan dicontohkan langsung oleh para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu :
Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berjumpa dengan hari ‘ied (Idul Fithri atau Idul Adha), satu sama lain saling mengucapkan ;
Taqobbalallahu minnaa wa minkum (Semoga Alloh menerima amalku dan amal kalian).” [Fathul Bari 2/446, Ibnu Hajar Asqalaniy, dan Ibnu Qudamah dalam “Al-Mughni” (2/259)]
Jadi lebih baik, mengucapkan:
"Selamat Hari Raya Idhul Fitri, Taqobbal Allahu minna wa minkum" (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian)
Semoga risalah ini bermanfaat dan saling berbagi niat untuk meluruskan kekeliruan yang selama ini terjadi.
Semoga Allah Azza wa jalla selalu memberikan rahmat, hidayah dan taufiqnya.
Aamiin.
Semoga bermanfaat.


Penulis Akhi Novy Rostian (di kutib dari catatan akhi Sugeng Purnomo)
Reaksi:

0 komentar:

Jangan lupa tinggalkan komentar anda disini dan gunakan kata-kata yang baik dalam berkomentar
dan saya menolak debat kusir
terima kasih

 
Back To Top