Kamis, 19 Juni 2014

Manfaat Demam Untuk Tubuh (Syariat Dan Medis)


Mungkin ada kita pernah melihat seorang ibu yang saking paniknya karena anaknya demam tinggi atau anaknya kejang karena demam, akhirnya sang ibu menyalahkan demam bahkan ada juga yang mencela
“kok demamnya naik terus sih, padahal sudah diberi obat”
Atau
“dasar demam ini! Ga tau apa kita susah ni.”
Ternyata demam yang dicela atau sangat tidak diharapkan, ada manfatnya baik bagi dunia maupun akhirat. berikut sedikit pembahasanya:
Sebagian orang yang tidak sabar, ketika ditimpa musibah atau sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan hatinya maka ia mengeluh bahkan mencela. Seseorang yang sakit mungkin awalnya ia akan mengeluh, akan tetapi lama-lama ia akan mencela dan memaki.  Apalagi jika sakit tersebut disertai dengan demam yang tinggi dan sulit hilang, atau hilang-muncul.
Terdapat larangan dalam syariat agar kita tidak mencela demam. dari Jabir radiyallahu ‘anhu:
“Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjenguk Ummu as-Saib (atau Ummu al-Musayyib), kemudian beliau bertanya: ‘Apa yang terjadi denganmu wahai Ummu al-Sa’ib (atau wahai Ummu al-Musayyib), kenapa kamu bergetar?’ Dia menjawab: ‘Sakit demam yang tidak ada keberkahan Allah padanya.’ Maka beliau bersabda: ‘Janganlah kamu mencela demam, karena ia menghilangkan dosa anak Adam, sebagaimana alat pemanas besi mampu menghilangkan karat’.(HR Muslim)
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata:
“Demam yaitu rasa panas/hangat merupakan jenis penyakit yang sering terjadi, akan tetapi terjadi karena takdir Allah, Allah yang menakdirkannya. Segala sesuatu yang merupakan perbuatan Allah maka tidak boleh bagi manusia mencelanya karena jika mencelanya berarti mencela penciptanya. Karenanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: ‘jangalah kalian mencela waktu karena Allah adalah (pengatur dan pencipta) waktu.” (Syarh Riyadus Sholihin)
Demikianlah secara umum sakit bisa menggugurkan dosa seseorang asalkan dia bersabar Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda:
“Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan hapuskan kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya” (HR Bukhori)
Dan beliau shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda:
“Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau sesuatu hal yang lebih berat dari itu melainkan diangkat derajatnya dan dihapuskan dosanya karenanya.” (HR Muslim)
Bahkan bisa jadi ia tidak mempunyai dosa sama sekali, menjadi suci sebagaimana anak yang baru lahir ketika sembuh atau ketika meninggal karena penyakit tersebut.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Cobaan akan selalu menimpa seorang mukmin dan mukminah, baik pada dirinya, pada anaknya maupun pada hartanya, sehingga ia bertemu dengan Allah tanpa dosa sedikitpun.” (HR Tirmidzi, Ahmad dan lainnya, dan dinyatakan hasan shohih oleh Syaikh Al Albani)

Hampir setiap manusia pernah terkena demam
Karenanya demam tidak perlu dicela karena memang sudah menjadi jatah manusia di dunia dan ternyata bermanfaat, bisa menggugurkan dosa-dosa kita.
Oleh karena itu, Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata:
“demam adalah bagian jatah seorang mukmin dari neraka” (Dari Munad Ibnu Syihab dan dinukil oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari)
Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah terkena demam dengan panas dua kali lipat manusia.
Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu berkata:
“Aku pernah mengunjungi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang saat itu sedang sakit. Kemudian Aku letakkan tanganku di atas selimut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, aku dapati panasnya (sangat panas karena yang disentuh adalah selimutnya, bukan badannya).
Aku berkata, “wahai Rasulullah, betapa beratnya demam ini!”
Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Sesungguhnya kami para nabi, diberi ujian yang sangat berat, sehingga pahala kami dilipat gandakan.”
Abu Said pun bertanya: ‘Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling berat ujiannya?’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
Para nabi, kemudian orang shaleh. Sungguh ada diantara mereka yang diuji dengan kemiskinan, sehingga harta yang dimiliki tinggal baju yang dia gunakan. Sungguh para nabi dan orang shaleh itu, lebih bangga dengan ujian yang dideritanya, melebihi kegembiraan kalian ketika mendapat rezeki.”(HR Baihaqi)
Bahakan para sahabat juga terkena demam.
Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid hafidzahullah berkata:
“Para Sahabat terkena demam ketika sampai di Madinah. Maka Abu Bakar dan Bilal terkena demam. Kemudian ‘Aisyah menemui mereka kemudian berkata:
“Wahai ayah bagaimana keadaannmu? Wahai Bilal bagaimana keadaanmu?”
Abu Bakar ketika tertimpa demam beliau berkata:
“Setiap orang bersama keluarganya padahal kematian lebih dekat daripada tali sandalnya.”

Manfaat Demam Secara Medis
Ternyata demam memiliki menfaat bagi tubuh dan merupakan proses tubuh dalam adaptasi dan menyesuaikan dengan keadaan tubuh yang terkena serangan infeksi atau peradangan. Berikut ringkasan manfaat demam:
1. Meningkatkan kekebalan atau imunitas alami tubuh, sehingga infeksi bisa terkendali terutama infeksi virus.
2.   Mengurangi zat besi yang merupakan sumber makanan bagi kuman.
3.   Meningkatkan mobilitas sel darah putih untuk melawan penyakit dan infeksi.
4.   Demam bisa menurunkan efek racun dari kuman yaitu yang disebut endoktoksin.
5.   Dan masih banyak manfaat demam lainnya.

Akan tetapi demam juga perlu dikontrol dan jangan sampai terlalu lama dan berlebihan. Selebihnya bisa kontrol ke dokter untuk mengontrol demam dan memeriksakan penyebab demam.
Alhamdulillah segalanya memang ada hikmahnya dan tidaklah Allah menciptakannya dengan sia-sia.
Demikian semoga bermanfaat.


Saya kutib dari tulisan dokter Raehanul Bahraen
Reaksi:

1 komentar:

  1. Saya juga blogger islami
    Sudi kiranya mampir ke blog saya
    http://ilmubasis.blogspot.com

    BalasHapus

Jangan lupa tinggalkan komentar anda disini dan gunakan kata-kata yang baik dalam berkomentar
dan saya menolak debat kusir
terima kasih

 
Back To Top