Sabtu, 10 November 2012

Hakikat Syi'ah




“Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah.”
”Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.
”Aku bersaksi bahwa Ali adalah wali Allah.”
”Aku berlepas diri kepada Allah dari Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah, Hafshah dan seluruh musuh-musuh Ahlu Bait Rasulullah SAW.”
Lalu di Teruskan dengan Sahadat ke 13 kepada pada IMAMNYA:
“Aku bersaksi bahwa Ali Amirul Mu`minin adalah wali Allah.”
“Aku bersaksi bahwa Fathimah Az-Zahra adalah Hujjah Allah.”
“Aku bersaksi bahwa Al-Hasan adalah Hujjah Allah.”
“Aku bersaksi bahwa Al-Husein adalah Hujjah Allah.”
“Aku bersaksi bahwa Ali As-Sajjad adalah Wali Allah.”
“Aku bersaksi bahwa Muhammad Al-Baqir adalah Wali Allah.”
“Aku bersaksi bahwa Ja’far Ash-Shadiq adalah Wali Allah.”
“Aku bersaksi bahwa Musa Al-Kazhim Wali Allah.”
“Aku bersaksi bahwa Ali Ar-Ridha Wali Allah.”
“Aku bersaksi bahwa Muhammad Al-Jawad Wali Allah.”
“Aku bersaksi bahwa Ali Al-Hadi Wali Allah.”
“Aku bersaksi bahwa Al-Hasan Al-Askari Wali Allah.”
“Aku bersaksi bahwa Muhammad Al-Mahdi Hujjah Allah.”
Syi’ah memiliki 5 (lima) Rukun Iman yg berbeda dengan rukun iman risalah yang di anjurkan Rasulullah saw

Rukun Iman SYIAH
1.    Tauhid (Keesaan Allah)
2.    Al-Adl (Keadilan Allah)
3.    Nubuwwah (Kenabian)
4.    Imamah (Kepemimpinan Imam)
5.    Ma’ad (Hari Kebangkitan dan Pembalasan).
dan Syi’ah juga tidak mencantumkan Syahadatain dalam Rukun Islam mereka.

Rujun Islam SYIAH
1.    Shalat
2.    Zakat
3.    Puasa
4.    Haji
5.    Waliyah (Perwalian).
Kitab hadist Syiah, Al-Hujjah minal Kaafie /26, hadits no.1 :
"Tidak ada seorang pun dari umat manusia yang mengaku bahwa dia telah mengumpulkan Al-Qur`an sebagaimana yang diturunkan oleh Allah, kecuali dia itu adalah pendusta. Dan tidak ada yang mengumpulkan dan menghafalnya seperti yang diturunkan oleh Allah Ta'ala kecuali Ali bin Abi Thalib dan para imam setelah beliau."
Syiah meyakini turunnya wahyu sesudah Al-Qur`an, yaitu Mushaf Fathimah yang diturunkan kepada Fatimah melalui Malaikat Jibril yang brjumlah 17.000 ayat (kitab Al-Kaafie 1/239), yang masih disembunyikan oleh Imam Mahdi (Muhammad bin Hasan Al-Askari) mulai dari Ghaib Kubra yang bersembunyi di gua Samarro (Iraq) sejak tauhn 329 H yang selalu diziarahi oleh orang-orang Syiah dan memohon agar segera keluar untuk memimpin dunia. (inilah keyakinan Syiah).
Kitab hadist (syiah) Ushuulu Madzhabi Asy-Syiiah 2/102 :
“Sesungguhnya tatkala Allah SWT mewafatkan Nabi-Nya SAW, maka Fatimah AS merasa sedih atas wafatnya beliau tersebut, yang rasa sedihnya tidak ada yg tahu kecuali Allah Azza wa Jalla. Maka Allah SWT mengutus seorang malaikat untuk menemui Fatimah untuk meringankan rasa sedihnya dan mnghiburnya. Maka Fatimah pun mengadukan hal ini kepada Amirul Mukminin RA, maka dia brkata:
"Jika engkau (Fatimah) merasakan kembali hal trsebut dan engkau mendengarkan suara, maka katakanlah kepada aku. Maka Fatimah pun memberitahukan hal tersebut kepada Ali. Maka Ali mulai mencatat semua yang dia dengar (dari Fatimah) sampai menjadi sebuah mushaf. (di dalam mushaf Fatimah ini tidak mengandung halal dan haram, akan tetapi berisi tentang ramalan yg akan trjadi.)
Kitab Al-Anwaar An-Nu'maaniyyah, jilid 2/360-362 disebutkan :
“Telah berkata Syaikh mereka yaitu Nikmatullah Al-Jazairi bahwasanya telah tersebar kabar bahwa tidak ada yang mampu menyusun Al-Qur`an seperti yang diturunkan kecuali Amirul Mukminin Ali bin abi thalib sampai dia mengucapkan Al-Qur`an trsebut sekarang berada di sisi Paduka kami Al-Mahdi RA berikut kitab-kitab samawi lainnya dan peninggalan para nabi.”
Mengingkari keotentikan dan kebenaran Al-Qur`an
Syiah meyakini bahwa Al-Qur`an Utsmani tidak asli, karna telah dirubah oleh para sahabat. Ahlu Sunnah berkata bahwa jumlah seluruh ayat di dalam Al-Qur`an adalah 6236 ayat. Akan tetapi di dalam kitab Syiah Al-Kaafie fil Ushuul 2/634 disebutkan :
“Sesungguhnya Al-Qur`an yang dibawa oleh malaikat Jibril kepada Muhammad SAW adalah berjumlah 17.000 ayat.”
Menafsirkan Al-Qur`an secara mnyimpang :
Dawud Al-Jassos berkata: “Aku pernah mendengar Abu Abdullah AS brkata: “Dan dengan tanda-tanda dan dengan bintang mereka mendapatkan petunjuk. Dia berkata: “Yang dimaksud dengan bintang adalah Rasulullah SAW dan yang dimaksud dengan tanda-tanda adalah para imam AS.”
Mengingkari kedudukan hadits nabi sebagai sumber ajaran islam
Syiah tidak mengakui keabsahan Al-Kutub As-Sittah yaitu Shahih Al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan Tirmidzi, Sunan An-Nasai, Sunan Ibnu Majah sebagai rujukan. Mereka hanya mau menerima hadits jika diriwayatkan oleh Ahlul Bait dari golongan mereka sendiri. Mereka mempunyai kitab tersendiri yaitu:
1.    Al-Kaafie,
2.    At-Tahdziib,
3.    Al-Istibshaar dan
4.    Man Laa Yahdhuruhul Faqiih.
Kitab-kitab ini sulit didapatkan. Di dalam kitab Ashlu Asy-Syiah wa Ushuuliha karangan Muhammad Husain Kasyif Al-Ghitha hal. 79 disebutkan:
"Sesungguhnya orang-orang Syiah tidak menganggap sunnah (maksudnya hadits-hadits nabi), kecuali apa-apa yang shahih menurut mereka yang diriwayatkan dari jalan Ahlul Bait mereka adapun hadits-hadits yang diriwayatkan seperti oleh Abu Hurairah, Samurah dan Amer bin Ash dan yang semisalnya, maka mereka itu di dalam pandangan Imamiyah (Syiah) kecuali hanya seperti nyamuk."
Syiah, Menghina, Melecehkan dan atau Merendahkan Nabi dan Rasul
Syiah beranggapan bahwa Ali bin Abi Thalib lebih mulia dari para nabi dan rasul. Bahkan Ali pernah mnenerima lembaran wahyu dari Allah SWT yang Nabi SAW aja tidak mngetahui apa isi lembaran trsebut. Juga Syiah beranggapan bahwa dakwah Rasulullah SAW tidak brhasil. Sebab setelah beliau wafat, ternyata para sahabat kembali murtad, kecuali hanya 3 orang sahabat saja.
Di dalam kitab hadist syiah Ar-Raudhah minal Kaafie 8/245 disebutkan:
“Adalah para sahabat mnjadi murtad setelah wafat Rasulullah SAW, kecuali hanya 3 orang sahabat aja:
1.    Al-Miqdad bin Al-Aswad
2.    Abu Dzar Al-Ghifari dan
3.    Salman Al-Farisi.”
“Adalah para imam kami lebih utama dari semua para nabi yang mana hal ini tidak diragukan lagi bagi orang yang sering menelaah berita atau kabar mereka AS dgn cara pasti dan yakin.”..(Bihaarul Anwaar, karya Al-Majalisi, jilid 26 hal. 297-298)
“Di antara ajaran penting madzhab kami bahwasanya bagi para imam itu mempunyai kedudukan yang tidak bisa dicapai oleh Malaikat yang sngat dekat dan tidak juga oleh nabi yang diutus.” (Al-Hukuumah Al-Islaamiyyah karya Khumaini, hal. 52).
Syiah mngubah shalat 5 waktu mnjadi 3 waktu atau 1 waktu dengan jamak dan qasar tanpa syarat:
1.    Mengharamkan shalat Jum'at
2.    Mewajibkan wuquf/haji ke Karbala Iraq dan
3.    Menganjurkan kepada kaum muslimin untuk mengalihkan kiblat ke Karbala Iraq dan tidak ke Mekkah lagi
“Syiah telah menghentikan ibadah Jum’at karena Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu masih ghaib. Hal ini semakna ketika orang-orang Syiah dilarang menunjuk seorang Imam bagi kaum muslimin. Mereka berkata:
“Shalat Jum’at dan pemerintahan itu bagi Imam kaum muslimin, sedangkan Imamnya yaitu imam yang sedang ditunggu-tunggu itu.” (Ushuulu Madzhabi Asy-Syiiah, 2/386).
Imam Ridha berkata: "Dan kami membolehkan shalat atas mayat tanpa wudlu, karena dalam shalat tersebut tidak ada rukuk dan sujud, sedang kewajiban wudlu itu hanyalah untuk shalat yang ada rukuk dan sujud.” (Fiqih Ja’fari, hal. 46).
“Jika engkau shalat di belakang seorang imam, lalu ia mmbaca Al-fatihah dan selesai, maka ucapkanlah: "alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin."..Janganlah engkau mengucapkan aamiin.” (Fiqih Ja’fari, hal. 173).
Dari Dawud bin Farqad dia berkata: “Aku pernah bertanya kepada Abu Abdullah: ”Bagaimana pendapat Tuan tentang An-Nashib (orang non Syiah)?”
Maka dia menjawab: “Halal darahnya (boleh dibunuh) Akan tetapi aku bertaqiyyah dengannya. Kalau engkau mampu menimpakan dinding kepadanya atau engkau menenggelamkannya ke dalam air supaya dia (non Syiah) tidak bisa bersaksi atas perbuatanmu ini, maka kerjakanlah.”
Aku bertanya kembali: “Bagaimana dengan hartanya?”
Dia menjawab: “Ambillah apa yang engkau bisa ambil.” (Al-Anwaar An-Nu’maaniyyah karya Al-Jazairi, 2/308).
Reaksi:

0 komentar:

Jangan lupa tinggalkan komentar anda disini dan gunakan kata-kata yang baik dalam berkomentar
dan saya menolak debat kusir
terima kasih

 
Back To Top