Sabtu, 14 April 2012

Al-Malhamah Al-Kubro (Gerbang Menuju Perang Semesta)




Sebelum Dajjal muncul, kaum Muslimin mempunyai kekuatan yang besar. Terlihat dari beberapa riwayat yang berkaitan dengan keluarnya Dajjal di akhir zaman adalah untuk menumpas kekuatan besar umat islam ini. Kekuatan kaum muslimin ini bisa dilihat dengan jelas dari hadits-hadits shahih bahwa umat islam dan tentara Romawi akan berdamai dan bertempur melawan musuh bersama. 
Dalam peperangan ini umat islam akan meraih kemenangan, mendapatkan banyak ghanimah dan bisa pulang dengan selamat. Kekuatan iman kaum muslimin dan keteguhan beragama mereka juga terlihat jelas dari sikap mereka ketika seorang tentara Romawi mengangkat salib dan berteriak, “Salib telah menang.” Seorang muslim serta merta mematahkan salib tersebut dan membunuh laki-laki tersebut, maka terjadilah pertempuran anatara umat islam (yang jumlahnya sedikit) dengan keseluruhan tentara Romawi. Seluruh umat islam dalam kelompok tersebut mati syahid dalam pertemputan itu. 
Tentang peristiwa ini Rasulullah SAW bersabda: “Kalian akan mengadakan perdamaian dengan bangsa Rum dalam keadaan aman. Lalu kalian akan berperang besama meeka melawan satu musuh dari belakang. Lalu kalian selamat (menang) dan akan mendapatkan harta rampasan perang. Kemudian kalian akan sampai di sebuah padang rumput yang luas dan berbukit-bukit. Maka berdirilah seorang laki-laki dari bangsa Rum, lalu ia mengangkat tanda salib dan berkata, ‘salib telah menang,’ maka daatnglah kepadanya seorang laki-laki dai kaum muslimin dan membunuh laki-laki Rum tersebut. Lalu kaum Rum berhianat dan terjadilah peperangan, dimana mereka akan menghadapi kalian di bawah 80 bendera, dan tiap-tiap bendera  redapat 12000 tentara.”(Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, disahihkan oleh Albani dalam mentahqiq hadits-hadits Al-Misykat, no 5452) 
Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga tentara Romawi sampai di A’maq atau di Dabiq untuk menyerang kamu.”(HR. Muslim, no 2897) 
Perang besar yang akan terjadi di A’maq atau Dabiq, dua tempat dekat kota Halb, Suriah ini, juga menunjukan keteguhan iman dan jihad kaum muslimin. Berdasarkan riwayat Imam Muslim di atas, dalam barisan kaum muslim terdapat banyak orang-orang Nasrani yang telah masuk islam. Tentara Romawi menuntut umat islam agar menyerahkan mereka kembali, namun ditolak umat islam. Maka terjadilah perang dahsyat selama empat hari. Sepertiga pasukan islam akan melarikan diri dari peperangan, dan mereka tidak akan di ampuni oleh Allah SWT. Sepertiga sisanya akan terus berperang dan meraih kemenangan, mereka pulalah yang akan menaklukkan Konstantinopel dan melawan Dajjal. 
Tentang kedahsyatan perang ini Imam Muslim meriwayatkan bahwa pada hari pertama, sekelompok kaum muslimin berbaiat maju berperang dan tidak akan kembali ke kemah kecuali bila telah meraih kemenangan. Pasukan berani mati ini bertempur sampai sore dan meeka semua mati syahid. Kejadian ini terulang pada hari kedua dan ketiga. Tampaknya jumlah pasukan muslim yang masih hidup tinggal sedikit, terbukti mereka meraih kemenagan pada hari keempat setelah datangnya bantuan dari kaum muslimin yang lain. 
Lalu siapakah pemimpin pasukan ini? Beadsarkan hadits-hadits shahih yang menceritakan tentang Al-Malhamah Al-Kubro ini, tidak ada satupun nash yang menerangkan bahwa pemimpin kaum muslimin dalam peperangan ini adalah Imam Al-Mahdi. Sebagian ulama bahkan memasukkan kejadian ini dalam tanda-tanda kiamat kecil. Namun, kemungkinan pemimpinnya Imam Al-Mahdi juga cukup kuat mengingat peperangan ini terjadi di akhir zaman ketika bangsa Romawi merupakan bangsa terbanyak di dunia. Sebagaimaan di sebutkan dalam hadits-hadits shohih. 

Gerbang Peperangan 
Berdasarkan riwayat-riwayat shahih berkenaan dengan Al-Malhamah Al-Kubro disebutkan bahwa kaum muslimin memenangkan peperangan melawan orang-orang Romawi, maka kaum muslimin akan melanjutkan peperangan berikutnya hingga berhasil membunuh Dajjal. Di antara peperangan yang dilakukan oleh kaum muslimin pasca Al-Malhamah Al-Kubro adalah penaklukan Konstantinopel. 
Penaklukan Konstantinopel termasuk diantara penaklukan yang unik, negri itu berhasil dikuasai oleh kaum muslimin tanpa pedang, tombak dan anak panah, melainkan dengan dzikir, takbir, tasbih dan tahmid. Hal itu sebagaimana di jelasakan dalam Hadits. Dari Abu Hurairah ra bahwasannya Nabi SAW besabda: “Apakah kalian pernah mendengar suatu kota yang terletak sebagiannya di darat dan sebagiannya di laut?” Mereka (para sahabat) menjawab: ”Pernah wahai Rasulullah”, Rasulullah meneruskan: ”Tidak terjadi hari kiamat, sehingga ia diserang oleh 70000 orang dari Bani Ishaq. Ketika mereka telah sampai di sana, maka merekapun memasukinya. Mereka tidaklah beperang denga senjata dan tidak melepaskan anak panah satupun. Mereka hanya berkata Laa ilaha illallah, Wallahu Akbar, maka jatuhlah salah satu bagian kota itu.” 
Berkata Tsaur, perawi hadits ini, “Saya tidak tau kecuali hal ini: hanya dikatakan oleh pasukan yang berada di laut. Kemudian mereka berkata kedua kalinya Laa ilaha illallah, Wallahu Akbar, maka jatuhlah pula sebagian yang lain (darat). Kemudian mereka berkata lagi Laa ilaha illallah, Wallahu Akbar, maka tebukalah semua bagian kota itu. Lalu merekapun memasukinya. Ketika mereka sedang membagi-bagikan harta ghanimah, tiba-tiba datanglah seseorang seraya berteriak, ‘Sesungguhnya Dajjal telah keluar. Kemudian mereka meninggalkan segala sesuatu dan kembali’.” (HR.Muslim, no: 7517) 
Konstantinopel, penaklukannya hanya dengan takbir dan tahlil. Mengapa penaklukan ini tidak mengunakan senjaat? Sebagaimana yang termuat dalam riwayat hadits di atas bahwa penaklukan Al-Mahdi atas Konstantinopel tidaklah menggunakan senjata, melainkan dengan takbir dan tahlil. Tampaknya peristiwa penaklukan Rasulullah SAW atas Bani Quraidhoh (yang berhianat dalam perang Ahzab aau perang Khondak atau perang Parit) telah menginspirasikan penaklukan Al-Mahdi atas Konstantinopel. Bukankah penaklukan atas Bani Quraidhoh para sahabat tidak menggunakan pedang, tombak dan busur panah? Yang dilakukan para sahabat hanyalah mengepung perkampungan Bani Quraidhoh, dan melontarkan kalimat-kalimat yang membuat musuh menjadi ciut nyalinya. Peperangan ini adalah perang urat syaraf. Allah SWT menyusupkan ketakutan ke dalam hati orang-orang Yahudi Bani Quraidhoh melalui perantaraan para malaikat yang mengguncang benteng mereka. 

Wallahu A’lam bish Shawab...
Reaksi:

0 komentar:

Jangan lupa tinggalkan komentar anda disini dan gunakan kata-kata yang baik dalam berkomentar
dan saya menolak debat kusir
terima kasih

 
Back To Top