Minggu, 21 Oktober 2012

Pelajaran yang Tersirat dari Sebatang Pohon



 
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman… :
“Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik?. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat suatu tanda kekuasaan Allah. Dan kebanyakan mereka tidak beriman.” [QS. Asy Syu’araa’ : 7, 8]

“……Sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepadamu tanda-tanda kebesaran (Kami) supaya kamu memikirkannya…” [QS. Al Hadiid : 17]

“……Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir…” [QS. Jaatsiyah : 13]
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
“Sesungguhnya ada sebuah pohon yang tidak berguguran daun-daunnya, yang ia menjadi simbol perumpamaan seorang muslim, Maka cobalah tebak pohon apa itu…?”.
Orang-orang pun berpikir tentang pohon-pohon yang ada di pedalaman, Abdullah (Ibnu Umar) berkata :
“Sebenarnya terbetik dalam hatiku bahwa pohon yang dimaksud adalah kurma, Akan tetapi aku malu mengutarakannya…”
kemudian  mereka (para sahabat) pun menanyakan : “Ceritakanlah kepada kami wahai Rasulullah, pohon apakah itu…?”
Beliau bersabda Shallallahu alaihi wa sallam : “Yaitu kurma...”. [HR. Bukhari di beberapa tempat dalam shahihnya… lihat Fath al-Bari (1/175)]

 “Pelajaran Apakah yang Tersirat dari Sebatang Pohon…?”
Dikisahkan suatu ketika,.. seorang Anak Muda bertanya kepada Orang Tua ahli agama yang Arif dan Bijak :
“Wahai Orang Tua… aku ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi anakku, keluargaku,
juga bagi sahabat-sahabat dilingkunganku. Apakah Bapak memiliki pesan untukku,  agar setiap kali aku memberikan nasehat dan berbuat, aku akan selalu teringat pesan bijaksanamu…?”
Orang Tua tersebut terdiam sejenak, lalu sambil tersenyum arif ia bertanya :
“Wahai Anak Muda… apakah anda pernah melihat pepohonan di sekitarmu…?”
“Ya, tentu saja Pak…” kata si Anak Muda itu…
Orang Tua tersebut bertanya kembali :
“Apakah anda benar-benar melihatnya, serta memperhatikan apa yang apa yang dilakukan pepohonan tersebut…?”
Si Anak Muda menggaruk-garuk kepalanya sambil berkata :
“Setahu saya mereka diam saja dan tidak melakukan apa-apa…”
Orang Tua tersebut tersenyum lagi, lalu mulailah ia memberikan pesan dan nasehat kepada Anak Muda tersebut :
“Anak Muda,  jadilah seperti pohon… perhatikanlah… ia diam tak banyak bicara hingga kamu tidak menyadari apa yang dilakukannya… Padahal ia selalu memberimu udara untuk dihisap. Lihatlah bagaimana ia memberi udara pada semua orang, tanpa memandang apakah kamu miskin atau kaya atau apakah kamu lahir dari kelompok etnik tertentu dan ia memberi udara bagi semua orang tanpa memandang agama, ras dan suku bangsa…
pelajaran PERTAMA…
apakah kamu bersedia membagi ilmumu untuk semua orang tanpa pilih kasih…?”
“Anak Muda, jadilah seperti pohon… Ia tidak banyak berbicara tapi terus bertumbuh setiap hari… bila sudah tidak tumbuh lagi maka ia akan mati…
pelajaran ke DUA…
apakah dirimu merasa terus tumbuh…?”
“Anak Muda, jadilah seperti pohon… apabila pohon tersebut sudah menjadi besar, ia akan menaungi siapa saja yang berada dibawahnya, tak peduli itu manusia atau hewan, tak peduli kaya atau miskin…
pelajaran ke TIGA…
Apakah bila kamu merasa dirimu sudah semakin besar nanti, Maukah dengan ikhlas menaungi apa saja atau siapa saja yang berada dibawahmu…?”
“Anak Muda,  jadilah seperti pohon… yang selalu menyejukkan, memperindah dan mempercantik tempat-tempat gersang…
pelajaran ke EMPAT…
Apakah kamu mampu membuat kehadiranmu nantinya membuat hati-hati yang gersang menjadi sejuk dan indah kembali…?”
“Anak Muda, jadilah seperti pohon… Itulah kehidupan yang tumbuh ke atas dan berhasil melawan kuatnya gravitasi Bumi…
pelajaran ke LIMA…
Apakah kamu merasa dirimu telah berhasil melawan kuatnya godaan, dan tantangan yang akan terus seiring pertumbuhan dirimu untuk menjadi manusia yang lebih baik dari hari ke hari…?”
“Anak Muda,  jadilah seperti pohon… yang menyuburkan tanah di sekitarnya dan menyimpan air di bawahnya untuk kehidupan semua makhluk hidup lainnya…
pelajaran ke ENAM…
Apakah dirimu sudah belajar untuk mampu menyuburkan lingkungan sekitarmu…?”
“Anak Muda,  jadilah seperti pohon… Seandainya sudah mati pun tubuhnya masih berguna bagi kesuburan tanah… atau menjadi bahan baku tempat tinggal yang bermanfaat bagi kehidupan manusia…”
pelajaran ke TUJUH dan yang PALING PENTING…
mampukah kita setelah meninggal nanti…
Ilmu dan Amal kita tetap dapat memberikan manfaat bagi Keluarga, Sahabat-Sahabat serta Lingkungan kita…?
Pertanyaan paling penting saat ini…
“Menurut kita (khususnya diri saya) apakah saat ini kita sudah lebih baik dari pohon…?”
Reaksi:

0 komentar:

Jangan lupa tinggalkan komentar anda disini dan gunakan kata-kata yang baik dalam berkomentar
dan saya menolak debat kusir
terima kasih

 
Back To Top